Judul Jurnal : Model Asosiasi Perubahan Warna
pada Indikator Kemasan Cerdas dan Perubahan Mutu Produk Susu
Kode Jurnal
: Jurnal Teknologi Industri Pertanian 27 (1):96-102 (2017)
Tahun : 2016
Penulis : Elfa Susanti Thamrin, Endang Warsiki,
dan Taufik Djatna
Link : journal.ipb.ac.id/index.php/jurnaltin/article/viewFile/17110/12401
Reviewer
: Clara Artha Tressia S
Tanggal
: 31 Oktober 2017
Pendahuluan
Kemasan cerdas merupakan inovasi dalam bidang
kemasan, dimana pada kemasan cerdas terdapat indikator yang ditempel dan mampu
untuk memberikan informasi tentang keadaan kemasan dan kualitas makanan
didalamnya. Metode TTI (Time Temperature
Indicator) merupakan label indikator yang mencatat suhu dan sejarah waktu
produk selama distribusi atau disimpan dengan menunjukkan terjadinya perubahan
warna dari label, seperti pada produk susu. Penelitian sebelumnya melakukan
pembuatan film indikator dengan menggunakan pewarna alami dan sintetik dengan
parameter pengukuran yaitu nilai ∆E
dan nilai ⁰hue pada buah nanas potong, sedangkan untuk parameter perubahan susu
meliputi tingkat hedonik konsumen dan total mikroba pada susu. Masalah yang
dihadapi adalah dibutuhkannya sebuah model yang dapat digunakan untuk
memprediksi terjadinya perubahan kualitas produk yang dikemas dengan label
indikator kemasan cerdas untuk mutu produk susu. Tantangan dalam penelitian
adalah menemukan hubungan sebab akibat antara perubahan warna label indicator
dengan parameter nilai ∆E dan nilai ⁰hue dan
perubahan mutu produk yang dikemas dari penelitian sebelumnya. Tujuan
penelitian adalah menggunakan produk alami untuk mengidentifikasi parameter
asosiasi dan mengembangkan model asosiasi perubahan warna dan perubahan mutu
pada indikator kerusakan mutu produk.
Metode
Penelitian
Penelitian dilakukan di Laboratorium Komputer
Departemen Teknologi Industri Pertanian. Tahapan penelitian dimulai dengan
mengidentifikasi parameter kemudian menganalisa asosiasi. Pengumpulan data dari
studi literatur penelitian sebelumnya. Terdapat dua tahapan dalam melakukan
analisis asosiasi yaitu melakukan perhitungan frequent item set dan mengukur bond
dari kombinasi item. Cara
pengukuran Association rule dari data set yaitu menghitung nilai support, menghitung nilai confidence, menghitung nilai lift, menghitung nilai bond, dan menentukan top-10 aturan asosiasi.
Hasil
dan Pembahasan
Data yang digunakan berdasarkan dari
penelitian sebelumnya meliputi data penyimpanan produk susu dengan kemasan
cerdas dari daun erpa pada suhu ±32⁰C yang disimpan selama 12 hari didalam
kulkas. Sumber informasi sekunder pada pengamatan ini adalah nilai ⁰hue, nilai
*L, nilai a*, nilai b*, nilai kesukaan panelis terhadap produk, dan total
koloni sejak hari ke-0 penyimpanan. Langkah-langkah pengamatan adalah sebagai
berikut :
1. Agar
peneliti mudah dalam mengasosiasikan masing-masing item set maka data dipecah menggunakan batasan untuk
mengklasifikasi data ⁰hue, nilai ∆E,
nilai kesukaan konsumen, dan total koloni menjadi nilai nominal.
2. Memasukkan
data ke dalam tabel biner menggunakan bilangan biner “1” jika ada data dan “0”
jika tidak ada data.
3. Data
dikembangkan model hubungan antara perubahan warna indikator kemasan cerdas
dengan perubahan kualitas mutu produk susu dengan metode algoritme apriori ARM.
4. Menentukan
nilai support yang memenuhi minimum support, kemudian disusun
berdasarkan algoritme frequent item set.
Kombinasikan
2-itemset sehingga didapat 67 rules dari 13 item sets pada tabel biner. Kemudian hitung nilai support-nya. Jika nilai support ≤ 20% maka kombinasi tersebut
dieliminasi. Rules kemudian diinterpretasikan, namun hanya yang memiliki nilai lift >1. Tahapan selanjutnya yaitu
menghitung nilai conjunctive dan disjunctive masing-masing kombinasi.
Sehingga akan di dapat tabel-tabel sebagai berikut :
Kemudian
dibuat peringkat top-10 aturan
asosiasi sebagai berikut :
Rules yang diperoleh dapat
digunakan untuk melihat asosiasi antara perubahan warna indikator kemasan
cerdas dan kualitas produk yang memiliki hubungan yang kuat dan sering muncul
dalam data penelitian.
Kesimpulan
Penelitan dilakukan untuk mengidentifikasi
parameter asosiasi dan mengembangkan model asosiasi perubahan warna dan mutu,
sehingga diketahui parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah ⁰hue,
nilai ∆E,
perubahan warna indikator, dan parameter perubahan mutu produk. Penelitian
menghasilkan kombinasi hubungan antara perubahan warna dan mutu menggunakan
analisa asosiasi kombinasi hingga 5 item
set. Metode ini menghasilkan 10 rules
teratas yang memiliki hubungan kuat antara warna indikator dan kualitas
produk. Jika ⁰hue pada kemasan berwarna merah pada kromatograf, nilai ∆E
rendah, panelis suka dengan produk, dan produk aman dari kontaminasi maka
indikator kemasan cerdas akan berwarna merah.
Saran
Pengembangan
model asosiasi perlu dilakukan pada produk pangan lainnya agar dapat
meminimalkan resiko mutu, kesehatan, biaya produksi, dan waktu penelitian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar