Minggu, 10 April 2016

Hubungan Film "An Inconvenient Truth" Dengan Materi Pembelajaran Ilmu Sosial Dasar oleh Clara Artha TS (31415526)



 Pertama, film “An Inconvenient Truth”  berkaitan dengan materi Ilmu Sosial Dasar bab 4 yaitu tentang “Pemuda dan Sosialisasi”

Pengertian Pemuda menurut Undang – Undang No. 40 tahun 2009 adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun; dan Kepemudaan adalah berbagai hal yang berkaitan dengan potensi, tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-cita pemuda. Proses sosialisasi generasi muda adalah suatu proses yang sangat menentukan kemampuan diri pemuda untuk menselaraskan diri di tengah-tengah kehidupan masyarakatnya. Seorang pemuda harus mampu menseleksi berbagai kemungkinan yang ada sehingga mampu mengendalikan diri dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat, dan tetap mempunyai motivasi sosial yang tinggi. [1]
Sosialisasi adalah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.[2]
Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat).
1.      Sosialisasi primer
Sosialisasi primer biasanya dilakukan dalam lingkup kecil seperti keluarga. Sosialisasi antar anggota keluarga untuk sama sama menjaga alam agar terhindar dari pemanasan global. Misalnya dengan mengajak anggota keluarga untuk tidak menggunakan terlalu banyak kendaraan bermotor, hemat listrik dan menanam beberapa tanaman di halaman rumah.
2.      Sosialisasi Sekunder
Sosialisasi sekunder terjadi di dalam masyarakat. Contohnya seorang pemuda yang bergabung dengan beberapa organisasi di kampus. Dalam organisasi tersebut, pemuda juga dapat mengajak anggota organisasi untuk berperan aktif dalam menyelamatkan bui dari efek pemanasan global. Misalnya dengan mengadakan inovasi alat hemat energi, melakukan penanaman hutan yang gundul dan memanfatkan sumber daya alam dengan tidak berlebihan.
Film “An Inconvenient Truth” tentu berhubungan dengan materi Bab 4 yaitu "Pemuda dan Sosialisasi". Dengan adanya sosialisasi yang baik antar anggota keluarga atau organisasi dapat mempermudah dalam menyampaikan kampanye tentang pemanasan global ini. Pemuda harus ikut bertanggung jawab untuk melestarikan alam yang sudah mulai rusak akibat efek pemanasan global. Pemuda harus giat mengajak sesama pemuda untuk tetap menjaga alam. Pemuda harus berani menyampaikan pendapat dan mengajak sesama atau bahkan orangtua untuk lebih mencintai alam dan berupaya untuk menjaga alam dari efek pemanasan global. Gerakan untuk melestarikan bumi harus dimulai dari sekarang, dan peranan pemuda sangat diperlukan untuk hal itu. Pemuda jangan hanya diam, sebaiknya pemuda harus bertindak. Pemuda harus menunjukan sikap yang baik terhadap lingkungan alam sekitar, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan atau merusak tanaman disekitar. Pemuda harus dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar, orang tua maupun anak-anak dalam upaya menjaga lingkungan.

Kedua, film “An Inconvenient Truth” juga berkaitan dengan materi Ilmu Sosial Dasar bab 5 yaitu tentang “Warga Negara dan Negara” 

Warga negara adalah orang yg tinggal di dalam sebuah negara dan mengakui semua peraturan yg terkandung di dalam negara tersebut.[3]

Negara yang sah pasti memiliki wilayah. Wiilayah tersebut pasti memiliki sumber daya alam sehingga ada masyarakat yang dapat tinggal di wilayah negara tersebut.
Sebagai warga negara yang baik, kita memiliki hak dan kewajiban yang seimbang di dalam negara. Kita berhak mendapatkan perlindungan hukum, menikmati hasil alam, memanfaatkan sumber daya alam yang ada di negara kita. Tetapi, kita harus mempunyai kewajiban untuk menjaga alam agar terhindar dari efek pemanasan global. Jangan menebang pohon sembarangan, menggunakan terlalu banyak alat elektronik dan terlalu banyak menggunakan kendaraan bermotor, melakukan 8R (Reduce, Reuse,Recycle,Replant,Respect,Repair,Rethink,Refuse), melakukan reboisasi hutan, tidak membakar lahan hanya demi kepentingan pribadi, menggunakan transportasi umum untuk berpergian  adalah contoh dari berbagai cara agar dapat menyelamatkan bumi ini dari efek pemanasan global.
 Seperti yang disampaikan Al Gore dalam film “An Inconvenient Truth” bahwa kita harus mengubah cara berfikir, kita harus sadar dan peka terhadap perubahan kecil yang terjadi di bumi ini, jangan menunggu sampai terjadi bencana yang parah baru kemudian bertindak. Karena perubahan kecil jika dibiarkan kelamaan akan menimbulkan efek yang berbahaya dikemudian harinya.
Seorang warga negara harus cinta dengan negaranya sendiri. Kecintaan terhadap negara bukan hanya sekedar teori atau prestasi, tapi kita harus menjaga alam di negara kita juga.

[1] http://furikurniati.webs.com/tugasisd3.htm
[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
[3] http://bayupirmansah.blogspot.co.id/2010/12/pengertian-warga-negara.html
Sumber lainnya:
http://senyumanbumi.blogspot.co.id/p/blog-page_22.html 

http://portaltigaimage.com/2011/04/29/reboisasi-jurnalis-4x4-3/
http://www.infokita.us/2013/04/pengertian-penyebab-dan-dampak.html
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar