Senin, 06 November 2017

Tabel Perbandingan Jurnal


Sumber 

Jurnal 1 = http://repository.petra.ac.id/17629/

Jurnal 2 = journal.ipb.ac.id/index.php/jurnaltin/article/viewFile/17110/12401


No
Point
Jurnal 1
Jurnal 2
             1.
Judul
Perancangan Sistem Manajemen Gudang Material Penunjang di PT  XYZ.
Model Asosiasi Perubahan Warna pada Indikator Kemasan Cerdas dan Perubahan Mutu Produk Susu.

          2.      
Objek Penelitian
Tata letak gudang dan SOP pergudangan.
Label indikator yang terdapat pada kemasan susu.
          3.      
Masalah
·      Memerlukan manajemen gudang yang baik.
·      Memerlukan tata letak gudang
·      Pelabelan barang agar mudah untuk ditemukan.

·       Memerlukan model untuk memprediksi terjadinya perubahan kualitas produk yang dikemas dengan label indikator kemasan cerdas.

          4.      
Tujuan
Membuat sistem yang dapat memperlancar keluar masuknya barang dan dapat dicari dengan mudah menggunakan cara pelabelan.
Untuk mengidentifikasi parameter asosiasi perubahan warna dan perubahan mutu pada indikator kerusakan mutu produk dengan pewarna alami.

          5.      
Metode
Fixed Location System, Floating Location System, dan Standard Operating Procedure (SOP).
Terdapat dua tahapan dalam melakukan analisis asosiasi yaitu melakukan perhitungan frequent item set dan mengukur bond dari kombinasi item.
          6.      
Hasil
Usulan rancangan Job Description, rancangan Standart Operating Procedure gudang material penunjang, rancangan aturan dan wewenang gudang material penunjang, perancangan tata letak, pelabelan dan penyusunan material, dan rancangan operasional sistem manajemen gudang.

Kombinasi hubungan antara perubahan warna dan mutu menggunakan analisa asosiasi kombinasi hingga 5 item set.
          7.      
Kelebihan
·     Usulan rancangan tata letak dapat dilihat dengan mudah oleh pembaca karena menunjukkan model rancangan dengan menggunakan gambar.
·     Penjelasan mengenai usulan rancangan lainnya dijelaskan dengan simple sehingga pembaca dapat dengan mudah memahaminya.

·      Bagian jurnal ditulis lengkap.
·      Terdapat contoh cara membaca model yang dirancang.
          8.      
Kekurangan
·     Tidak menjelaskan mengenai tantangan pada saat melakukan penelitian.
·     Contoh perhitungan tidak dilampirkan sehingga membuat pembaca kesulitan dalam menganalisis data.
 

Presentasi Tugas 2 Metode Penelitian

Tugas 2 Metode Penelitian



Judul Jurnal : Model Asosiasi Perubahan Warna pada Indikator Kemasan Cerdas dan Perubahan Mutu Produk Susu
Kode Jurnal    : Jurnal Teknologi Industri Pertanian 27 (1):96-102 (2017)
Tahun             : 2016
Penulis           : Elfa Susanti Thamrin, Endang Warsiki, dan Taufik Djatna
Link                : journal.ipb.ac.id/index.php/jurnaltin/article/viewFile/17110/12401
Reviewer        : Clara Artha Tressia S
Tanggal          : 31 Oktober 2017

Pendahuluan
Kemasan cerdas merupakan inovasi dalam bidang kemasan, dimana pada kemasan cerdas terdapat indikator yang ditempel dan mampu untuk memberikan informasi tentang keadaan kemasan dan kualitas makanan didalamnya. Metode TTI (Time Temperature Indicator) merupakan label indikator yang mencatat suhu dan sejarah waktu produk selama distribusi atau disimpan dengan menunjukkan terjadinya perubahan warna dari label, seperti pada produk susu. Penelitian sebelumnya melakukan pembuatan film indikator dengan menggunakan pewarna alami dan sintetik dengan parameter pengukuran yaitu nilai E dan nilai ⁰hue pada buah nanas potong, sedangkan untuk parameter perubahan susu meliputi tingkat hedonik konsumen dan total mikroba pada susu. Masalah yang dihadapi adalah dibutuhkannya sebuah model yang dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya perubahan kualitas produk yang dikemas dengan label indikator kemasan cerdas untuk mutu produk susu. Tantangan dalam penelitian adalah menemukan hubungan sebab akibat antara perubahan warna label indicator dengan parameter nilai E dan nilai ⁰hue dan perubahan mutu produk yang dikemas dari penelitian sebelumnya. Tujuan penelitian adalah menggunakan produk alami untuk mengidentifikasi parameter asosiasi dan mengembangkan model asosiasi perubahan warna dan perubahan mutu pada indikator kerusakan mutu produk.

Metode Penelitian
Penelitian dilakukan di Laboratorium Komputer Departemen Teknologi Industri Pertanian. Tahapan penelitian dimulai dengan mengidentifikasi parameter kemudian menganalisa asosiasi. Pengumpulan data dari studi literatur penelitian sebelumnya. Terdapat dua tahapan dalam melakukan analisis asosiasi yaitu melakukan perhitungan frequent item set dan mengukur bond dari kombinasi item. Cara pengukuran Association rule dari data set yaitu menghitung nilai support, menghitung nilai confidence, menghitung nilai lift, menghitung nilai bond, dan menentukan top-10 aturan asosiasi. 

Hasil dan Pembahasan
Data yang digunakan berdasarkan dari penelitian sebelumnya meliputi data penyimpanan produk susu dengan kemasan cerdas dari daun erpa pada suhu ±32⁰C yang disimpan selama 12 hari didalam kulkas. Sumber informasi sekunder pada pengamatan ini adalah nilai ⁰hue, nilai *L, nilai a*, nilai b*, nilai kesukaan panelis terhadap produk, dan total koloni sejak hari ke-0 penyimpanan. Langkah-langkah pengamatan adalah sebagai berikut :
1.     Agar peneliti mudah dalam mengasosiasikan masing-masing item set maka data dipecah   menggunakan batasan untuk mengklasifikasi data ⁰hue, nilai E, nilai kesukaan konsumen, dan total koloni menjadi nilai nominal.
2.    Memasukkan data ke dalam tabel biner menggunakan bilangan biner “1” jika ada data dan “0” jika tidak ada data.
3.   Data dikembangkan model hubungan antara perubahan warna indikator kemasan cerdas dengan perubahan kualitas mutu produk susu dengan metode algoritme apriori ARM.
4. Menentukan nilai support yang memenuhi minimum support, kemudian disusun berdasarkan algoritme frequent item set.
Kombinasikan 2-itemset sehingga didapat 67 rules dari 13 item sets pada tabel biner. Kemudian hitung nilai support-nya. Jika nilai support ≤ 20% maka kombinasi tersebut dieliminasi. Rules kemudian diinterpretasikan, namun hanya yang memiliki nilai lift >1. Tahapan selanjutnya yaitu menghitung nilai conjunctive dan disjunctive masing-masing kombinasi. Sehingga akan di dapat tabel-tabel sebagai berikut :
Kemudian dibuat peringkat top-10 aturan asosiasi sebagai berikut :
Rules yang diperoleh dapat digunakan untuk melihat asosiasi antara perubahan warna indikator kemasan cerdas dan kualitas produk yang memiliki hubungan yang kuat dan sering muncul dalam data penelitian.

Kesimpulan
Penelitan dilakukan untuk mengidentifikasi parameter asosiasi dan mengembangkan model asosiasi perubahan warna dan mutu, sehingga diketahui parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah ⁰hue, nilai E, perubahan warna indikator, dan parameter perubahan mutu produk. Penelitian menghasilkan kombinasi hubungan antara perubahan warna dan mutu menggunakan analisa asosiasi kombinasi hingga 5 item set. Metode ini menghasilkan 10 rules teratas yang memiliki hubungan kuat antara warna indikator dan kualitas produk. Jika ⁰hue pada kemasan berwarna merah pada kromatograf, nilai E rendah, panelis suka dengan produk, dan produk aman dari kontaminasi maka indikator kemasan cerdas akan berwarna merah.

Saran
Pengembangan model asosiasi perlu dilakukan pada produk pangan lainnya agar dapat meminimalkan resiko mutu, kesehatan, biaya produksi, dan waktu penelitian.