Minggu, 08 Oktober 2017
Tugas Metode Penelitian
Judul Jurnal : Perancangan Sistem Manajemen
Gudang Material Penunjang di PT.XYZ
Volume : Vol. 12, No. 2, Mei 2017
Tahun : 2017
Penulis : Benedictus Rahardjo
Link : http://repository.petra.ac.id/17629/
Reviewer : Clara Artha Tressia S
Tanggal : 27 September 2017
Pendahuluan
PT. XYZ bergerak dalam bidang jasa offset printing untuk produk etiket,
label, dan beraneka ragam kemasan yang terbuat dari duplex carton box. Manajemen gudang dan tata letak sangat
diperlukan. Manajemen gudang diperlukan agar rantai pasok dapat berjalan dengan
baik, sedangkan tata letak mempengaruhi dari segi kapasitas, aliran material,
fleksibilitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, dan sebagainya. PT. XYZ sedang
mengembangkan gudang material lama menjadi gudang material penunjang yang
berisi material yang diperlukan mesin ketika beroperasi, sebagai acuan warna
dalam produksi, dan diharapkan mempunyai suatu sistem yang dapat memperlancar
keluar masuknya barang dan dapat dicari dengan mudah menggunakan cara pelabelan.
Metode
Penelitian
Metode yang digunakan dalam menyelesaikan
permasalahan dalam penelitian adalah Fixed
Location System, Floating Location System, dan Standard Operating Procedure
(SOP). Fixed Location System merupakan
sistem penempatan barang yang rapi dan mudah ditemukan karena barang
ditempatkan pada lokasi yang sudah ditentukan. Sistem ini biasanya digunakan
oleh gudang kecil yang tidak terlalu menyimpan banyak barang. Floating Location System adalah sistem
penempatan barang dimana barang ditempatkan dimana saja namun lokasi pada
sistem harus di-update. Standart
Operation System (SOP) bertujuan untuk memastikan semua kegiatan berjalan
sesuai standar. SOP bisa berbentuk dokumen atau bulletin form.
Perbaikan
Tata Letak Gudang
Penataan gudang yang sangat diperlukan
mengingat kondisi awal gudang membuat permasalahan yang menyebabkan sulitnya
mencari produk karena belum adanya penataan untuk penempatan produk dan
pengaturan alokasi space.
Hasil
dan Pembahasan
Gudang material dapat diatur dengan pembuatan
rancangan sistem manajemen Gudang Material Penunjang. Rancangan sistem
manajemen Gudang Material Penunjang antara lain pembuatan job description staf,
SOP, instruksi kerja, peraturan, maupun tata letak penempatan material.
Material
pada Gudang
Material penunjang yang dibutuhkan untuk
proses produksi secara umum adalah map
approval, contoh cetakan, dan dieline
diletakkan pada map besar. Polymer
diletakan pada dusnya.
Kondisi
Awal Gudang Material
Lokasi penyimpanan terbagi menjadi dua lokasi
yaitu gudang pisau untuk tempat penyimpanan pisau plong dan gudang dieline untuk
menyimpan dieline, map approval, dan contoh cetakan.
Material lain diletakkan di lantai produksi, tempat pembuatan pisau, maupun
sepanjang jalan menuju produksi.
Sistem
Awal Gudang Material
Gudang pisau memiliki 1 staf yang membantu
penyimpanan dan pengeluaran pisau plong. Gudang dieline memiliki 1 staf yang mengeluarkan dan menyimpan dieline. Sistem pencatatan keluar masuk
material tidak terdapat pada kedua gudang tersebut. Material yang baru selesai
dibuat/ dibeli dan material yang telah selesai digunakan dikembalikan dan
kemudian disimpan di gudang oleh staff gudang. Ketika ada permintaan maka staff
gudang mengeluarkan material dan mengantarkannya ke bagian produksi.
Permasalahan
pada Gudang Material
Permasalahan yang terdapat pada gudang pisau
adalah penuh dan pencarian material yang susah. Alat fishbone digunakan untuk mencari permasalahan dan menyelesaikannya.
Hasil pengamatan dan wawancara menggolongkan akar permasalahan kedalam sisi man dan method saja. Permasalahan dari sisi man adalah staff yang berganti shift
hanya melaporkan material apa saja yang keluar/ masuk namun tidak
menginformasikan untuk peletakan material tersebut. Label yang diberikan juga
tidak jelas karena sering disingkat. Permasalahan dari sisi method adalah tidak ada aturan yang jelas mengenai
penataan material pada rak, tidak ada aturan untuk mencatat material yang
keluar/ masuk, tidak ada aturan mengenai kejelasan stok opname, dan tidak berjalannya inspeksi/ stok opname.
Usulan
Usulan diberikan agar gudang material dapat
berfungsi sebagai pengatur dan pengontrol material. Usulan yang diberikan
antara lain rancangan Job Description, rancangan
Standart Operating Procedure gudang
material penunjang, rancangan aturan dan wewenang gudang material penunjang,
perancangan tata letak, pelabelan dan penyusunan material, dan rancangan
operasional sistem manajemen gudang. Rancangan job description harus dibuat
dengan jelas agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya dalam pengoperasian
gudang. Rancangan SOP terdiri dari 2 yaitu SOP penerimaan, penyimpanan dan
pengeluaran material dan SOP pemusnahan material. Pada SOP penerimaan,
penyimpanan dan pengeluaran material, staf Gudang Material Penunjang melihat
jadwal induk produksi dari PPIC agar mengetahui mana produk yang akan
diproduksi terlebih dahulu. Tahapan kedua yaitu mengecek ketersediaan material
pada gudang. Jika tidak tersedia maka staf melakukan pengadaan material, namun
jika material tersedia maka selanjutnya disiapkan dan menunggu produksi
mengambil material tersebut. Ketika produksi mengambil material, maka staf
gudang harus mengikuti instruksi kerja pengeluaran dan pengambilan material.
Hal yang pertama kali dilakukan oleh staf gudang menurut SOP pemusnahan
material adalah mendata material apa yang tidak pernah keluar/ tidak dipakai
dalam jangka waktu 1 tahun. Setelah itu staf gudang mengajukannya ke divisi
marketing. Material yang telah mendapat persetujuan dari marketing selanjutnya
dibuat BAP (Berita Acara Pemusnahan) dan diajukan ke marketing, GM, dan HR-GA
untuk mendapat persetujuan pemusnahan. Material yang tidak disetujui untuk
dimusnahkan akan disimpan dan diajukan kembali untuk dimusnahkan apabila dalam
waktu 6 bulan tidak/ belum dipakai. Rancangan aturan dan wewenang gudang
material penunjang dibuat agar penerapan proses menjadi lebih maksimal dan
terkontrol. Aturan dan wewenang berlaku bagi staf, peminjam (produksi), maupun
material. Layout dibagi menjadi 2
yaitu gudang material dan kantor gudang material penunjang. Layout yang
digunakan sebagai gudang material adalah gudang pisau untuk menyimpan pisau
plong, map besar dan dus polymer. Layout untuk kanton gudang material
penunjang adalah ruangan untuk material lain yang tidak masuk kedalam gudang beserta
kantor staf. Material pada gudang diletakan pada rak. Rak yang digunakan adalah
rak tumpuk 3 dengan baris kesamping sebanyak 22. Pelabelan berfungsi untuk
memudahkan mencari material dan mencocokkan apakah material yang dicari sesuai
dengan kode barang/ tidak. Pelabelan dilakukan berdasarkan nama material pada
gudang material penunjang dibuat berdasarkan nama produk dan kode barang
tersebut. Penyusunan material menggunakan gabungan metode floating location system dan fixed
location system. Rak material akan diberikan abjad A-V. Agar memudahkan
pencarian material maka penataan material pada rak diurutkan dari kode
barangnya. Setelah diletakkan maka staf gudang material penunjang meng-update tabel induk material untuk posisi
material berada pada kolom mana. Metode gabungan ini memiliki kelemahan yaitu
ketika ada pertambahan material baru dan tidak ada tempat kosong sesuai dengan
kode barangnya, maka harus menggeser material yang sudah tertata sebelumnya.
Untuk mengatasi kelemahan ini maka barang tersebut diletakkan pad arak ekstra
(Rak U) sampai ada material yang keluar dan memberikan space untuk menggeser material sampai pada saatnya stok opname
nantinya. Rancangan operasional sistem manajemen gudang dibuat untuk mengontrol
gudang material penunjang agar masalah tidak terjadi kembali. Pembuatan kartu
stok berfungsi untuk mengetahui material apa saja yang keluar dari gudang,
mengkontrol posisi material, dan pencocokan material dengan stok fisik ketika
dilakukannya opname. Kartu stok yang
berisi list kelengkapan material
dibuat untuk setiap job pada PT XYZ.
Kesimpulan
Terdapat lima usulan untuk mengatasi
permasalahan manajemen gudang dan tata letak yaitu rancangan job description, rancangan SOP,
rancangan peraturan, pelabelan dan penyusunan dan rancangan operasional Gudang
Material Penunjang.
Langganan:
Postingan (Atom)