Clara
Artha Tressia S
(31415526)
1ID01
Fakultas
Teknologi Industri
Jurusan Teknik Industri
Jurusan Teknik Industri
Universitas
Gunadarma
Depok
2015
CARA
JITU MELESTARIKAN BUDAYA DI TENGAH ARUS GLOBALISASI
Di zaman
sekarang ini banyak masyarakat yang merasakan hadirnya berbagai macam corak
kesenian dari berbagai negara asing karena adanya globalisasi. Mulai dari
makanan, gaya berpakaian, musik, hiburan dan bahasa asing pun dengan mudah
masuk dan di akses serta dipelajari oleh masyarakat luas di daerah manapun.
Perkembangan kebudayaan asli negeri sendiri seolah-olah dikalahkan dengan
kemajuan teknologi dan kebudayaan dari negara asing yang dengan mudah diterima ke negeri ini. Banyak orang yang sudah
mulai lupa dengan kebudayaan asli bangsanya sendiri. Tidak sedikit pula
masyarakat yang tidak mengetahui kebudayaan asli bangsanya sendiri ketika
ditanya. Bahkan, banyak anak kecil yang sudah tidak diajarkan tentang
kebudayaan bangsanya sendiri oleh para orangtua. Seperti
yang dituliskan di berbagai media berita online, seperti Pontianak Post,
mengatakan bahwa banyaknya generasi muda yang lebih mengidolakan budaya luar
sehingga budaya lokal perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Banyak orang
yang bersifat individualis akibat dari kemajuan teknologi di era yang modern
ini, sehingga tidak ada waktu untuk
saling bertukar pikiran tentang budaya bangsa sendiri. Hal ini tentu sangat
berbahaya karena jika tidak dilestarikan, budaya asli bangsa
semakin lama akan semakin hilang, budaya lokal dengan
mudah di klaim oleh bangsa lain seperti kasus tari Tor-Tor dan alat musik
Gondang yang pernah di klaim oleh Malaysia, dan yang lebih parah lagi, kita dapat kehilangan jati diri bangsa kita
sendiri.
Walaupun
teknologi di era globalisasi ini merupakan faktor dominan dalam kultur
kehidupan manusia masa kini dan juga merupakan ketergantungan yang hebat, namun
sebaliknya kita harus mewarnai era globalisasi ini dengan dikembangkannya
kebudayaan negeri sendiri. Kita harus giat memikirkan bagaimana cara mempertahankan,
menghidupkan, mengembangkan, memelihara, dan mempopulerkan kebudayaaan yang
telah ada di masyarakat dengan bantuan iptek yang ada, selain
untuk memenuhi perkembangan era globalisasi kebudayaan dengan lahirnya generasi
muda yang kreatif, peka terhadap nilai – nilai budaya dan memiliki jiwa
kompetitif terhadap kesenian baru dan masuknya kebudayaan- kebudayaan asing.
A.
Pengertian Globalisasi
Globalisasi
telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal adanya perdagangan antar negeri
sekiar tahun 1000 sampai 1500 M. Pada zaman dahulu, jarak yang jauh antara satu
negara dengan negara yang lain menjadi masalah dalam berkomunikasi. Alat
komunikasi dan transportasi yang tersedia sangat terbatas sehingga menyulitkan
dalam berkomunikasi dengan negara lain. Adanya perkembangan teknologi seperti
sekarang diawali dengan adaya revolusi industri di Inggris. Hal ini kemudian
menyebabkan perkembangan teknologi disegala bidang termasuk di bidang
komunikasi dan transportasi. Sekarang segalanya menjadi lebih mudah dan jarak
bukan menjadi masalah. Melalui telpon kita dapat berkomunikasi dengan orang
lain di belahan dunia lain dan melalui televisi kita dapat melihat kejadian
yang terjadi di negara lain dengan cepat.
Beberapa
pengertian globalisasi menurut para tokoh :
·
Emanuel Ritcher
Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan dalam menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan tertutup dalam saling kebergantungan dan adanya persatuan dunia.
Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan dalam menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan tertutup dalam saling kebergantungan dan adanya persatuan dunia.
·
Anthony
Giddens
Globalisasi adalah intensifikasi hubungan masyarakat di seluruh dunia yang mengaitkan seluruh daerah sehingga kejadian lokal dapat terbentuk dari peristiwa yang terjadi bermil-mil jaraknya dan sebaliknya.
Globalisasi adalah intensifikasi hubungan masyarakat di seluruh dunia yang mengaitkan seluruh daerah sehingga kejadian lokal dapat terbentuk dari peristiwa yang terjadi bermil-mil jaraknya dan sebaliknya.
·
Martin
Albrow
Globalisasi adalah seluruh proses dimana penduduk dunia akan terhubung dalam sebuah komunitas global dan dunia tunggal.
Globalisasi adalah seluruh proses dimana penduduk dunia akan terhubung dalam sebuah komunitas global dan dunia tunggal.
Secara umum,
kata globalisasi berasal dari kata globe yang berarti bola dunia. Globalisasi
bisa diartikan sebagai tindakan yang mendunia. Dunia yang luas dan dihuni
berbagai macam suku bangsa seolah-olah hanya dimiliki oleh satu bangsa, yaitu
bangsa dunia atau warga dunia. Gidens mengatakan bahwa ketergantungan
masyarakat dunia semakin meningkat. Proses ketergantungan ini ia sebut sebagai
globalisasi dan ditandai dengan adanya kesenjangan antara masyarakat industri
dan masyarakat dunia ketiga. Salah satu contoh dibidang komunikasi adalah
teknologi globalisasi internet yang membuat kita dapat melakukan banyak hal.
Adanya internet memudahkan kita untuk mencari infomasi dari berbagai macam
sumber, baik dari dalam maupun luar negeri. Adanya internet juga dapat
memudahkan kita berkomunikasi dengan orang lain, saling bertukar informasi
bahkan bertukar budaya antar bangsa.
Berikut ini
adalah beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi
di dunia :
·
Perubahan
dalam konsep ruang dan waktu
Hampir setiap bulan barang-barang
seperti handphone, laptop, dan televisi di produksi dalam jumlah besar, itu
menunjukan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya. Berbagai macam
informasi bisa di akses dengan mudah oleh siapapun dan dimanapun melalui
alat-alat tersebut. Pertukaran kebudayaan pun dengan mudah terjadi dengan
adanya bantuan dari internet, sehingga di zaman sekarang ini banyak anak muda
yang mulai terpengaruh dan mulai lupa dengan kebudayaan daerahnya sendiri.
Tentunya globalisasi dalam hal ini memiliki sisi positif dan sisi negatifnya.
Disatu sisi, orang dapat menjadikan pertukaran budaya ini sebagai ilmu yang
dapat memperbaharui cara berpikir tanpa melupakan budaya nya sendiri, tetapi
disisi lain, banyak anak muda yang cendrung memilih lebih senang dengan budaya
negara lain sehingga merubah total gaya hidupnya dengan budaya luar dan
melupakan nilai-nilai budaya daerahnya sendiri.
·
Adanya
peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama
televisi, musik, berita dan olahraga internasional). Media massa yang bersifat
global membuat kita dapat mengkonsumsi dan memiliki pengalaman baru tentang
budaya, misalnya bidang fashion,
literatur dan makanan.
B.
Dampak globalisasi
Ada banyak
dampak yang terjadi akibat dari globalisasi yang terjadi saat ini terutama pada
bidang kebudayaan dan teknologi. Hal yang serba instan pun merupakan dampak
dari adanya globalisasi.
·
Dampak terhadap kebudayaan
Globalisasi mempengaruhi hampir
semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk aspek budaya. Globalisasi sebagai
sebuah gejala berate tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh
dunia sehingga menjadi budaya dunia atau world culture. Namun, perkembangan
globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal abad ke-20 seiring
dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Penggunaan media dalam melakukan
interaksi dan menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi
antarbangsa. Adanya perubahan tersebut menjadikan komunikasi antar bangsa
menjadi lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembagan globalisasi kebudayaan.
·
Dampak
terhadap teknologi
Di
masa depan manusia akan banyak bergantuk pada teknologi, seperti komputer dan internet yang
berkembang dengan cepat. Perkembangan teknologi yang beitu pesat membutuhkan
pembangunan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kemahiran tentang
teknologi. Tentunya hal ini dapat dimanfaatkan untuk membantu mengenalkan
kebudayaan asli Indonesia kepada generasi penerus dan dapat memudahkan kita
mengakses informasi tentang budaya.
C.
Akibat dari Globalisasi
Globalisasi tentunya mengakibatkan banyak perubahan yang terjadi.
Perubahan ini terjadi akibat dari pengaruh asing dan masyarakat yang dengan
mudah menerima masuknya budaya tersebut. Akibat globalisasi ini pun bukan hanya
tentang hal positifnya saja, misalnya kita dapat dengan mudah mengetahui
tentang perkembangan dunia, mempelajari budaya negara lain untuk menambah
wawasan, ikut berperan dalam kegiatan-kegiatan internasional, mempermudah
pekerjaan dengan bantuan iptek dan lain-lain. Tetapi tidak sedikit pula hal
negatif dari globalisasi, misalkan, banyak masyarakat yang hidup di zaman
globalisasi ini mempunyai sifat individualisme yang karena sibuk dengan
gadgetnya sendiri, ketidaksesuaian budaya luar dengan budaya bangsa sendiri
tetapi tetap memaksakan budaya tersebut diterapkan di negaranya sendiri seperti
cara berpakaian budaya Barat yang cendrung tidak sesuai dengan budaya bangsa
Indonesia. Tentunya sebagai masyarakat,
kita harus cerdas memilih budaya-budaya yang masuk agar tidak terjerumus pada
hal negatif yang ada.
Beberapa perubahan yang terjadi di era globalisasi :
·
Makanan
Adanya globalisasi membuat kita mengenal
berbagai makanan yang berasal dari luar negeri seperti makanan cepat saji.
Tentu hal ini lebih menarik perhatian masyarakat modern yang tidak punya banyak
waktu untuk memasak karena sangat praktis dan efisien. Banyak anak-anak dan
remaja yang lebih memilih makan di restoran fast food ini karena dianggap lebih
kekinian dan lebih dianggap gaul. Hal ini tentunya dapat membuat makanan
tradisional asli Indonesia mulai dilupakan dengan berbagai alasan. Bahkan, banyak anak muda yang tidak tau apa makanan khas dari daerah mereka. Padahal
makanan asli Indonesia memiliki rasa yang tidak kalah dengan masakan luar.
·
Gaya berpakaian
Pakaian kita sehari-hari umumnya
memperlihatkan adanya pengaruh barat, seperti T-shirt, jeans, mini dress, cropped pants. Kita juga
sering melihat orang menggunakan produk pakainan dari perancang asing. Hal ini
tentu tidak ada salahnya, tetapi kita harus tetap bisa menempatkan dimana
selayaknya kita mengenakan pakaian tersebut. Dahulu, pada saat proses acara
pernikahan banyak orang yang mengenakan kain kebaya dan batik selama acara
berlangsung sebagai bentuk rasa bangga terhadap pakaian khas negeri nya
sendiri, tetapi di zaman globalisasi sekarang ini, banyak orang yang
lebih memilih untuk mengenakan gaun-gaun ala barat dalam acara adat perkawinan.
Kita tetap harus menjaga kelestarian pakaian tradisional dan mengenalkannya
kepada generasi muda agar pakaian-pakaian tersebut tetap dikenal dan bisa terus
menjadi ciri khas dari daerah tersebut.
·
Musik dan hiburan
Hiburan yang berasal dari luar negeri seperti
jazz dan disco telah menyebar ke banyak negara, penggemarnya pun banyak. Begitu
juga halnya dengan film-film asing hampir ada
disetiap bioskop di Indonesia yang kita tonton setiap harinya. Musik-musik khas
daerah Indonesia pun sudah mulai dilupakan karna dianggap ketinggalan zaman
bagi beberapa kalangan anak muda. Padahal lagu-lagu daerah tersebut memiliki
makna dan rasa musik yang tidak kalah saing dengan musik modern.
Jika tidak dilestarikan akan semakin banyak generasi muda yang lupa bahkan
tidak tau dengan lagu daerahnya sendiri. Akan lebih banyak generasi muda yang
lebih memilih mendengarkan lagu-lagu modern dibanding mendengarkan lagu
tradisional.
·
Bahasa
Seperti yang kita ketahui, bahwa bahasa internasional adalah bahasa Inggris. Tentu saja,
menguasai bahasa Inggris adalah hal yang penting untuk dapat bersaing di dunia
kerja di zaman sekarang ini, maka dari itu banyak orang yang belajar bahasa
inggris, tidak terkecuali warga Indonesia. Menguasai bahasa internasional
sangatlah penting, akan tetapi sebaiknya tetap tidak melupakan bahasa bangsanya
sendiri, yaitu bahasa Indonesia.
D.
Cara Jitu Melestarikan Budaya
Sebenarnya ada banyak cara untuk
melestarikan budaya. Mulai dari mengenalkan melalui cerita kepada anak-anak
tentang apa adat istiadat daerah, menyanyikan beberapa lagu daerah di berbagai
acara, pertunjukan tari tradisional, atau dengan menyajikan beberapa hidangan
tradisional Indonesia di berbagai acara. Tetapi, di zaman globalisasi ini,
dengan adanya bantuan iptek, kita dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk
menyebarluaskan kebudayaan kita agar tetap lestari dan tidak hilang dimakan
zaman.
Banyak orang yang semakin sibuk
dengan dunia pekerjaannya sendiri sehingga tidak ada waktu lagi untuk
menghadiri acara-acara adat ataupun bercerita serta bertukaran pikiran tentang
budaya lokal. Dengan adanya iptek terutama hal ini adalah internet, kita dapat
membuat budaya tersebut dapat di akses dimanapun dan kapanpun sehingga dapat
dengan mudah mengenalkannya kepada orang banyak terutama generasi penerus. Dengan
bantuan iptek, kita juga dapat membuat cara pengenalan budaya menjadi lebih
menarik. Berikut adalah beberapa cara jitu melestarikan budaya di tengah arus
globalisasi dengan bantuan iptek.
·
Mendukung program pemerintah yaitu Program
100% Cinta Indonesia
ACI (Aku
Cinta Indonesia ) adalah gerakan untuk menggugah rasa bangga terhadap produk
Indonesia. Untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong masyarakat dalam
menghargai, mencintai dan menggunakan produk dan jasa-jasa dalam negeri.
Kampanye ini dilakukan karena pemerintah menginginkan hadirnya produk-produk
Indonesia yang memiliki mutu baik serta harga bersaing dan agar masyarakat
lebih mencintai produk dalam negeri. Disamping itu untuk lebih memberikan
dorongan bagi pengembangan ekonomi kreatif / industri kreatif dan industri
kerajinan / handicraft. Misalnya menjual kain batik. Kain batik tersebut dapat
dimodifikasi atau dicampurkan dengan bahan barang
lainnya. Dengan membuat kain batik tampil semenarik mungkin, akan membuat para
pembeli semakin tertarik. Secara tidak sadar, ketika kita membeli produk hasil
tangan bangsa kita sendiri itu sudah merupakan salah satu cara membantu
melestarikan budaya Indonesia. Produk-produk tersebut juga bisa dipasarkan
secara online di berbagai media sosial agar lebih
mudah dalam hal promosi dan pemasarannya.
·
Membuat aplikasi games digital tentang budaya
Di zaman
sekarang ini, banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan jenuh,
mengisi waktu luang atau sekedar iseng salah satunya dengan bermain games.
Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa senang bermain games. Melalui games,
kita juga dapat melestarikan budaya. Kita bisa memanfaatkan para ahli pembuat games
untuk bekerja sama dalam mendukung program pelestarian budaya ini. Banyak
variasi games yang dapat dibuat, misalnya teka-teki tentang kebudayaan, tebak
lagu daerah atau permainan tradisional yang dibuat secara digital, misalnya
bermain congklak digital. Games tersebut dikemas semenarik mungkin sehingga
bayak orang yang akan tertarik untuk bermain, sehingga kita bisa bermain sambil
mengingat kembali tentang budaya bangsa kita
sendiri.
·
Membuat film animasi tentang budaya
Banyak orang
cendrung lebih tetarik dalam menonton film daripada membaca. Orang cendrung
lebih senang menonton karna lebih praktis, tidak membutuhkan waktu lama dan
terkesan tidak monoton. Indonesia memiliki banyak cerita legenda yang disetiap
cerita tersebut mengandung makna atau pesan yang bagus. Orang tua zaman dahulu
selalu membawakan cerita-cerita tersebut kepada anak-anaknya. Tetapi di zaman
yang semakin canggih ini banyak orang tua yang tidak ada waktu lagi untuk menceritakan
legenda atau dongeng-dogeng tersebut pada anak-anaknya. Dengan zaman digital
yang sudah semakin canggih ini, kita dapat membuat ceita-cerita tersebut ke
dalam bentuk animasi digital yang dapat dengan mudah di akses oleh orang
banyak. Tujuan nya agar dimana pun dan kapan pun kita tetap bisa menonton kisah
kisah budaya, cerita tradisional. Misalnya dengan membuat e-Wayang, yaitu
menampilkan aksi wayang yang di rekam dan dibuat semenarik mungkin yang
kemudian di upload ke berbagai media sosial dengan bantuan internet sehingga banyak orang yang dapat
dengan mudah menontonnya. Hal ini tentu sangat membantu dalam melestarikan
kebudayaan Indonesia. Bahkan, untuk menarik para sineas film, bisa diadakan
penyelengaraan program film kompetitif untuk memotivasi para pembuat film.
·
Menjual makanan tradisional yang dikemas
dalam bentuk instan sehingga lebih praktis
Banyak
rakyat Indonesia senang dengan hal yang praktis, misalnya saja makanan instan
atau cepat saji. Kita dapat memanfaatkan situasi ini untuk meningkatkan
kecintaan masyarakat terhadap makanan tradisional. Dengan ilmu pengetahuan yang
kita miliki, kita dapat membuat olahan makanan tradisional instan. Contohnya
membuat soto khas berbagai daerah secara instan, sehingga masyarakat tetap bisa
mengingat dan melestarikan makanan khas Indonesia.
·
Arasemen lagu-lagu tradisional
Banyak
orang, terutama anak muda yang kurang suka mendengar lagu daerah karena
terkesan kuno dan tidak kekinian. Padahal, lagu-lagu tradisional khas Indonesia
tidak kalah enaknya dengan lagu-lagu pop zaman sekarang. Lagu-lagu tradisional
juga memiliki makna yang mandalam yang bisa dikutip dari lirik-liriknya. Cara
yang efektif agar banyak anak muda dapat menerima dan mengingat lagu-lagu khas
bangsanya sendiri adalah dengan cara mengarasemen lagu-lagu tersebut mengikuti jenis musik yang paling digandrungi anak
muda zaman sekarang.
·
Memutar lagu-lagu tradisional
Indonesia
memiliki banyak sekali lagu-lagu tradisional dari berbagai macam daerah. Dengan
memutar lagu-lagu tradisional dapat membantu mengingatkan kita tentang budaya
Indonesia. Contohnya, kita dapat memutar lagu-lagu daerah tersebut di area
perbelanjaan atau mall, restoran , café modern atau di berbagai tembat objek
wisata lainnya . Dengan cara ini, pengunjung dapat mengingat kembali lagu-lagu
tradisional khas daerahnya dan dapat menimbulkan rasa bangga dan cinta terhadap
budaya nya.
·
Mengembangkan galeri nasional
Mengembangkan
galeri nasional bisa dilakukan dengan menambah koleksi pajangan yang berbaur
tentang kebudayaan misalnya lukisan-lukisan khas daerah atau pajangan alat
musik, baju-baju daerah, patung-patung dan masih banyak lagi. Galeri tersebut
juga bisa dikembangkan dengan berbasis internet atau berteknologi tinggi
sehingga banyak orang yang akan tertarik untuk berkunjung.
·
Membuat buku-buku tentang kebudayaan
Indonesia kedalam bentuk yang lebih menarik
Banyak anak
muda yang kurang tertarik membaca buku kebudayaan yang terdapat di perpustakaan
misalnya karena alasan buku tersebut memiliki tampilan yang kurang menarik dan
tidak praktis karna harus pergi ke perpustakaan untuk mendapatkannya. Hal ini
dapat diatasi dengan dibuatnya buku-buku tentang kebudayaan itu kedalam bentuk
yang lebih modern misalnya kedalam bentuk e-book atau
kedalam bentuk buku cerita bergambar atau komik. Hal tersebut dapat menarik
perhatian masyarakat untuk membacanya sehingga dapat menjadi salah satu cara
untuk mengingatkan kembali tentang kebudayaan dan menimbulkan rasa cinta kepada
kebudayaan yang ada.
Kesimpulan
Globalisasi memang mempengaruhi banyak hal.
Hadirnya iptek memang membuat kita dapat mengakses apapun dari berbagai belahan
dunia. Tidak bisa dipungkiri, dengan adanya iptek di zaman globalisasi ini, kita
juga dapat dengan mudah mengetahui atau mempelajari tentang kebudayaan negara
lain yang mungkin lebih memiliki ketertarikan tersendiri bagi beberapa orang. Tidak
sedikit orang yang mulai lupa atau bahkan merasa asing dengan kebudayaan negaranya sendiri. Iptek tentu dapat
kita manfaatkan sebagai sarana melestarikan kebudayaan. Dengan memanfaatkan
perkembangan iptek, diharapkan dapat membuat masayarakat lebih tertarik lagi
dengan kebudayaan negaranya sendiri sehingga budaya asli akan tetap lestari di
negeri ini.
Daftar Pusaka
BUKU
·
Damanik,Fritz.2003.Sosiologi.Jakarta:Bumi Aksara
·
Elly M. Setiadi,dkk. 2006. Ilmu sosial dan Budaya dasar. Jakarta:
Kencana Prenada Media
·
Herimanto dan Winarto. 2010. Ilmu Sosial &Budaya Dasar. Jakarta:
Bumi Aksara
·
Murad, Ratna.1996. Membina kebudayaan daerah dalam menghadapi era globalisasi dalam rangka
meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jakarta : Badan Penelitian dan
Pengembangan, Departemen Dalam Negeri 1996
·
Tim Mitra Guru.Ilmu Pengetahuan Sosial Sosiologi 3.Esis.
·
Winarno, Budi. (2008).GLOBALISASI Peluang atau Ancaman bagi
INDONESIA. Jakarta : Penerbit Erlangga
JURNAL
·
Darsiyah.2013.Perkembangan Kebudayaan di Era Globalisasi.
http://jurnalilmiahtp.blogspot.co.id/2013/11/perkembangan-kebudayaan-di-era.html.Desember 2015
·
Fauziah, Zenitha Vega.Pemakaian Istilah Asing Fashion di Kalangan
Sosialita (Kajian Sosiolinguistik). http://ejournal.upi.edu/index.php/BS_Antologi_Ind/article/view/494/371.Desember
2015
WEBSITE
·
http://www.tribunnews.com/nasional/2015/02/21/ini-10-warisan-budaya-indonesia-yang-diklaim-malaysia
