Sabtu, 12 Desember 2015

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR UNIVERSITAS GUNADARMA 2015


  
Clara Artha Tressia S
(31415526)
1ID01


Fakultas Teknologi Industri
Jurusan Teknik Industri
Universitas Gunadarma
Depok
2015



CARA JITU MELESTARIKAN BUDAYA DI TENGAH ARUS GLOBALISASI

Di zaman sekarang ini banyak masyarakat yang merasakan hadirnya berbagai macam corak kesenian dari berbagai negara asing karena adanya globalisasi. Mulai dari makanan, gaya berpakaian, musik, hiburan dan bahasa asing pun dengan mudah masuk dan di akses serta dipelajari oleh masyarakat luas di daerah manapun. Perkembangan kebudayaan asli negeri sendiri seolah-olah dikalahkan dengan kemajuan teknologi  dan kebudayaan dari negara asing yang dengan mudah diterima ke negeri ini.  Banyak orang yang sudah mulai lupa dengan kebudayaan asli bangsanya sendiri. Tidak sedikit pula masyarakat yang tidak mengetahui kebudayaan asli bangsanya sendiri ketika ditanya. Bahkan, banyak anak kecil yang sudah tidak diajarkan tentang kebudayaan bangsanya sendiri oleh para orangtua. Seperti yang dituliskan di berbagai media berita online, seperti Pontianak Post, mengatakan bahwa banyaknya generasi muda yang lebih mengidolakan budaya luar sehingga budaya lokal perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Banyak orang yang bersifat individualis akibat dari kemajuan teknologi di era yang modern ini, sehingga tidak ada waktu untuk saling bertukar pikiran tentang budaya bangsa sendiri. Hal ini tentu sangat berbahaya karena jika tidak dilestarikan, budaya asli bangsa semakin lama akan semakin hilang, budaya lokal dengan mudah di klaim oleh bangsa lain seperti kasus tari Tor-Tor dan alat musik Gondang yang pernah di klaim oleh Malaysia, dan yang lebih parah lagi, kita dapat kehilangan jati diri bangsa kita sendiri.
Walaupun teknologi di era globalisasi ini merupakan faktor dominan dalam kultur kehidupan manusia masa kini dan juga merupakan ketergantungan yang hebat, namun sebaliknya kita harus mewarnai era globalisasi ini dengan dikembangkannya kebudayaan negeri sendiri. Kita harus giat memikirkan bagaimana cara mempertahankan, menghidupkan, mengembangkan, memelihara, dan mempopulerkan kebudayaaan yang telah ada di masyarakat dengan bantuan iptek yang ada, selain untuk memenuhi perkembangan era globalisasi kebudayaan dengan lahirnya generasi muda yang kreatif, peka terhadap nilai – nilai budaya dan memiliki jiwa kompetitif terhadap kesenian baru dan masuknya kebudayaan- kebudayaan asing.

A.    Pengertian Globalisasi

Globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal adanya perdagangan antar negeri sekiar tahun 1000 sampai 1500 M. Pada zaman dahulu, jarak yang jauh antara satu negara dengan negara yang lain menjadi masalah dalam berkomunikasi. Alat komunikasi dan transportasi yang tersedia sangat terbatas sehingga menyulitkan dalam berkomunikasi dengan negara lain. Adanya perkembangan teknologi seperti sekarang diawali dengan adaya revolusi industri di Inggris. Hal ini kemudian menyebabkan perkembangan teknologi disegala bidang termasuk di bidang komunikasi dan transportasi. Sekarang segalanya menjadi lebih mudah dan jarak bukan menjadi masalah. Melalui telpon kita dapat berkomunikasi dengan orang lain di belahan dunia lain dan melalui televisi kita dapat melihat kejadian yang terjadi di negara lain dengan cepat.
Beberapa pengertian globalisasi menurut para tokoh :
·         Emanuel Ritcher  
Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan dalam menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan tertutup dalam saling kebergantungan dan adanya persatuan dunia.
·         Anthony Giddens                                                                                  
Globalisasi adalah intensifikasi hubungan masyarakat di seluruh dunia yang mengaitkan seluruh daerah sehingga kejadian lokal dapat terbentuk dari peristiwa yang terjadi bermil-mil jaraknya dan sebaliknya.
·         Martin Albrow
Globalisasi adalah seluruh proses dimana penduduk dunia akan terhubung dalam sebuah komunitas global dan dunia tunggal.
Secara umum, kata globalisasi berasal dari kata globe yang berarti bola dunia. Globalisasi bisa diartikan sebagai tindakan yang mendunia. Dunia yang luas dan dihuni berbagai macam suku bangsa seolah-olah hanya dimiliki oleh satu bangsa, yaitu bangsa dunia atau warga dunia. Gidens mengatakan bahwa ketergantungan masyarakat dunia semakin meningkat. Proses ketergantungan ini ia sebut sebagai globalisasi dan ditandai dengan adanya kesenjangan antara masyarakat industri dan masyarakat dunia ketiga. Salah satu contoh dibidang komunikasi adalah teknologi globalisasi internet yang membuat kita dapat melakukan banyak hal. Adanya internet memudahkan kita untuk mencari infomasi dari berbagai macam sumber, baik dari dalam maupun luar negeri. Adanya internet juga dapat memudahkan kita berkomunikasi dengan orang lain, saling bertukar informasi bahkan bertukar budaya antar bangsa.
Berikut ini adalah beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia :
·         Perubahan dalam konsep ruang dan waktu
Hampir setiap bulan barang-barang seperti handphone, laptop, dan televisi di produksi dalam jumlah besar, itu menunjukan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya. Berbagai macam informasi bisa di akses dengan mudah oleh siapapun dan dimanapun melalui alat-alat tersebut. Pertukaran kebudayaan pun dengan mudah terjadi dengan adanya bantuan dari internet, sehingga di zaman sekarang ini banyak anak muda yang mulai terpengaruh dan mulai lupa dengan kebudayaan daerahnya sendiri. Tentunya globalisasi dalam hal ini memiliki sisi positif dan sisi negatifnya. Disatu sisi, orang dapat menjadikan pertukaran budaya ini sebagai ilmu yang dapat memperbaharui cara berpikir tanpa melupakan budaya nya sendiri, tetapi disisi lain, banyak anak muda yang cendrung memilih lebih senang dengan budaya negara lain sehingga merubah total gaya hidupnya dengan budaya luar dan melupakan nilai-nilai budaya daerahnya sendiri.
·         Adanya peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, musik, berita dan olahraga internasional). Media massa yang bersifat global membuat kita dapat mengkonsumsi dan memiliki pengalaman baru tentang budaya, misalnya bidang  fashion, literatur dan makanan.

B.   Dampak globalisasi

Ada banyak dampak yang terjadi akibat dari globalisasi yang terjadi saat ini terutama pada bidang kebudayaan dan teknologi. Hal yang serba instan pun merupakan dampak dari adanya globalisasi.
·          Dampak terhadap kebudayaan
Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk aspek budaya. Globalisasi sebagai sebuah gejala berate tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia sehingga menjadi budaya dunia atau world culture. Namun, perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal abad ke-20 seiring dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Penggunaan media dalam melakukan interaksi dan menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi antarbangsa. Adanya perubahan tersebut menjadikan komunikasi antar bangsa menjadi lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin  cepatnya perkembagan globalisasi kebudayaan.

·         Dampak terhadap teknologi
Di masa depan manusia akan banyak bergantuk pada teknologi, seperti komputer dan internet yang berkembang dengan cepat. Perkembangan teknologi yang beitu pesat membutuhkan pembangunan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kemahiran tentang teknologi. Tentunya hal ini dapat dimanfaatkan untuk membantu mengenalkan kebudayaan asli Indonesia kepada generasi penerus dan dapat memudahkan kita mengakses informasi tentang budaya.

C.    Akibat dari Globalisasi

Globalisasi tentunya mengakibatkan banyak perubahan yang terjadi. Perubahan ini terjadi akibat dari pengaruh asing dan masyarakat yang dengan mudah menerima masuknya budaya tersebut. Akibat globalisasi ini pun bukan hanya tentang hal positifnya saja, misalnya kita dapat dengan mudah mengetahui tentang perkembangan dunia, mempelajari budaya negara lain untuk menambah wawasan, ikut berperan dalam kegiatan-kegiatan internasional, mempermudah pekerjaan dengan bantuan iptek dan lain-lain. Tetapi tidak sedikit pula hal negatif dari globalisasi, misalkan, banyak masyarakat yang hidup di zaman globalisasi ini mempunyai sifat individualisme yang karena sibuk dengan gadgetnya sendiri, ketidaksesuaian budaya luar dengan budaya bangsa sendiri tetapi tetap memaksakan budaya tersebut diterapkan di negaranya sendiri seperti cara berpakaian budaya Barat yang cendrung tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.  Tentunya sebagai masyarakat, kita harus cerdas memilih budaya-budaya yang masuk agar tidak terjerumus pada hal negatif yang ada.
Beberapa perubahan yang terjadi di era globalisasi :

·         Makanan
Adanya globalisasi membuat kita mengenal berbagai makanan yang berasal dari luar negeri seperti makanan cepat saji. Tentu hal ini lebih menarik perhatian masyarakat modern yang tidak punya banyak waktu untuk memasak karena sangat praktis dan efisien. Banyak anak-anak dan remaja yang lebih memilih makan di restoran fast food ini karena dianggap lebih kekinian dan lebih dianggap gaul. Hal ini tentunya dapat membuat makanan tradisional asli Indonesia mulai dilupakan dengan berbagai alasan. Bahkan, banyak anak muda yang tidak tau apa makanan khas dari daerah mereka. Padahal makanan asli Indonesia memiliki rasa yang tidak kalah dengan masakan luar. 
·         Gaya berpakaian
Pakaian kita sehari-hari umumnya memperlihatkan adanya pengaruh barat, seperti T-shirt, jeans, mini dress, cropped pants. Kita juga sering melihat orang menggunakan produk pakainan dari perancang asing. Hal ini tentu tidak ada salahnya, tetapi kita harus tetap bisa menempatkan dimana selayaknya kita mengenakan pakaian tersebut. Dahulu, pada saat proses acara pernikahan banyak orang yang mengenakan kain kebaya dan batik selama acara berlangsung sebagai bentuk rasa bangga terhadap pakaian khas negeri nya sendiri, tetapi di zaman globalisasi sekarang  ini, banyak orang yang lebih memilih untuk mengenakan gaun-gaun ala barat dalam acara adat perkawinan. Kita tetap harus menjaga kelestarian pakaian tradisional dan mengenalkannya kepada generasi muda agar pakaian-pakaian tersebut tetap dikenal dan bisa terus menjadi ciri khas dari daerah tersebut.
·         Musik dan hiburan
Hiburan yang berasal dari luar negeri seperti jazz dan disco telah menyebar ke banyak negara, penggemarnya pun banyak. Begitu juga halnya dengan film-film asing hampir ada disetiap bioskop di Indonesia yang kita tonton setiap harinya. Musik-musik khas daerah Indonesia pun sudah mulai dilupakan karna dianggap ketinggalan zaman bagi beberapa kalangan anak muda. Padahal lagu-lagu daerah tersebut memiliki makna dan rasa musik yang tidak kalah saing dengan musik modern. Jika tidak dilestarikan akan semakin banyak generasi muda yang lupa bahkan tidak tau dengan lagu daerahnya sendiri. Akan lebih banyak generasi muda yang lebih memilih mendengarkan lagu-lagu modern dibanding mendengarkan lagu tradisional.
·         Bahasa
Seperti yang kita ketahui, bahwa bahasa internasional adalah bahasa Inggris. Tentu saja, menguasai bahasa Inggris adalah hal yang penting untuk dapat bersaing di dunia kerja di zaman sekarang ini, maka dari itu banyak orang yang belajar bahasa inggris, tidak terkecuali warga Indonesia. Menguasai bahasa internasional sangatlah penting, akan tetapi sebaiknya tetap tidak melupakan bahasa bangsanya sendiri, yaitu bahasa Indonesia.

D.  Cara Jitu Melestarikan Budaya

Sebenarnya ada banyak cara untuk melestarikan budaya. Mulai dari mengenalkan melalui cerita kepada anak-anak tentang apa adat istiadat daerah, menyanyikan beberapa lagu daerah di berbagai acara, pertunjukan tari tradisional, atau dengan menyajikan beberapa hidangan tradisional Indonesia di berbagai acara. Tetapi, di zaman globalisasi ini, dengan adanya bantuan iptek, kita dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk menyebarluaskan kebudayaan kita agar tetap lestari dan tidak hilang dimakan zaman.
Banyak orang yang semakin sibuk dengan dunia pekerjaannya sendiri sehingga tidak ada waktu lagi untuk menghadiri acara-acara adat ataupun bercerita serta bertukaran pikiran tentang budaya lokal. Dengan adanya iptek terutama hal ini adalah internet, kita dapat membuat budaya tersebut dapat di akses dimanapun dan kapanpun sehingga dapat dengan mudah mengenalkannya kepada orang banyak terutama generasi penerus. Dengan bantuan iptek, kita juga dapat membuat cara pengenalan budaya menjadi lebih menarik. Berikut adalah beberapa cara jitu melestarikan budaya di tengah arus globalisasi dengan bantuan iptek.
·         Mendukung program pemerintah yaitu Program 100% Cinta Indonesia
ACI (Aku Cinta Indonesia ) adalah gerakan untuk menggugah rasa bangga terhadap produk Indonesia. Untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong masyarakat dalam menghargai, mencintai dan menggunakan produk dan jasa-jasa dalam negeri. Kampanye ini dilakukan karena pemerintah menginginkan hadirnya produk-produk Indonesia yang memiliki mutu baik serta harga bersaing dan agar masyarakat lebih mencintai produk dalam negeri. Disamping itu untuk lebih memberikan dorongan bagi pengembangan ekonomi kreatif / industri kreatif dan industri kerajinan / handicraft. Misalnya menjual kain batik. Kain batik tersebut dapat dimodifikasi atau dicampurkan dengan bahan barang lainnya. Dengan membuat kain batik tampil semenarik mungkin, akan membuat para pembeli semakin tertarik. Secara tidak sadar, ketika kita membeli produk hasil tangan bangsa kita sendiri itu sudah merupakan salah satu cara membantu melestarikan budaya Indonesia. Produk-produk tersebut juga bisa dipasarkan secara online di berbagai media sosial agar lebih mudah dalam hal promosi dan pemasarannya.

·         Membuat aplikasi games digital tentang budaya
Di zaman sekarang ini, banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan jenuh, mengisi waktu luang atau sekedar iseng salah satunya dengan bermain games. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa senang bermain games. Melalui games, kita juga dapat melestarikan budaya. Kita bisa memanfaatkan para ahli pembuat games untuk bekerja sama dalam mendukung program pelestarian budaya ini. Banyak variasi games yang dapat dibuat, misalnya teka-teki tentang kebudayaan, tebak lagu daerah atau permainan tradisional yang dibuat secara digital, misalnya bermain congklak digital. Games tersebut dikemas semenarik mungkin sehingga bayak orang yang akan tertarik untuk bermain, sehingga kita bisa bermain sambil mengingat kembali tentang budaya bangsa kita sendiri.

·         Membuat film animasi tentang budaya
Banyak orang cendrung lebih tetarik dalam menonton film daripada membaca. Orang cendrung lebih senang menonton karna lebih praktis, tidak membutuhkan waktu lama dan terkesan tidak monoton. Indonesia memiliki banyak cerita legenda yang disetiap cerita tersebut mengandung makna atau pesan yang bagus. Orang tua zaman dahulu selalu membawakan cerita-cerita tersebut kepada anak-anaknya. Tetapi di zaman yang semakin canggih ini banyak orang tua yang tidak ada waktu  lagi untuk menceritakan legenda atau dongeng-dogeng tersebut pada anak-anaknya. Dengan zaman digital yang sudah semakin canggih ini, kita dapat membuat ceita-cerita tersebut ke dalam bentuk animasi digital yang dapat dengan mudah di akses oleh orang banyak. Tujuan nya agar dimana pun dan kapan pun kita tetap bisa menonton kisah kisah budaya, cerita tradisional. Misalnya dengan membuat e-Wayang, yaitu menampilkan aksi wayang yang di rekam dan dibuat semenarik mungkin yang kemudian di upload ke berbagai media sosial dengan bantuan  internet sehingga banyak orang yang dapat dengan mudah menontonnya. Hal ini tentu sangat membantu dalam melestarikan kebudayaan Indonesia. Bahkan, untuk menarik para sineas film, bisa diadakan penyelengaraan program film kompetitif untuk memotivasi para pembuat film.

·         Menjual makanan tradisional yang dikemas dalam bentuk instan sehingga lebih praktis
Banyak rakyat Indonesia senang dengan hal yang praktis, misalnya saja makanan instan atau cepat saji. Kita dapat memanfaatkan situasi ini untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap makanan tradisional. Dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki, kita dapat membuat olahan makanan tradisional instan. Contohnya membuat soto khas berbagai daerah secara instan, sehingga masyarakat tetap bisa mengingat dan melestarikan makanan khas Indonesia.

·         Arasemen lagu-lagu tradisional
Banyak orang, terutama anak muda yang kurang suka mendengar lagu daerah karena terkesan kuno dan tidak kekinian. Padahal, lagu-lagu tradisional khas Indonesia tidak kalah enaknya dengan lagu-lagu pop zaman sekarang. Lagu-lagu tradisional juga memiliki makna yang mandalam yang bisa dikutip dari lirik-liriknya. Cara yang efektif agar banyak anak muda dapat menerima dan mengingat lagu-lagu khas bangsanya sendiri adalah dengan cara mengarasemen lagu-lagu tersebut mengikuti jenis musik yang paling digandrungi anak muda zaman sekarang.

·         Memutar lagu-lagu tradisional
Indonesia memiliki banyak sekali lagu-lagu tradisional dari berbagai macam daerah. Dengan memutar lagu-lagu tradisional dapat membantu mengingatkan kita tentang budaya Indonesia. Contohnya, kita dapat memutar lagu-lagu daerah tersebut di area perbelanjaan atau mall, restoran , café modern atau di berbagai tembat objek wisata lainnya . Dengan cara ini, pengunjung dapat mengingat kembali lagu-lagu tradisional khas daerahnya dan dapat menimbulkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya nya.

·         Mengembangkan galeri nasional
Mengembangkan galeri nasional bisa dilakukan dengan menambah koleksi pajangan yang berbaur tentang kebudayaan misalnya lukisan-lukisan khas daerah atau pajangan alat musik, baju-baju daerah, patung-patung dan masih banyak lagi. Galeri tersebut juga bisa dikembangkan dengan berbasis internet atau berteknologi tinggi sehingga banyak orang yang akan tertarik untuk berkunjung.

·         Membuat buku-buku tentang kebudayaan Indonesia kedalam bentuk yang lebih menarik
Banyak anak muda yang kurang tertarik membaca buku kebudayaan yang terdapat di perpustakaan misalnya karena alasan buku tersebut memiliki tampilan yang kurang menarik dan tidak praktis karna harus pergi ke perpustakaan untuk mendapatkannya. Hal ini dapat diatasi dengan dibuatnya buku-buku tentang kebudayaan itu kedalam bentuk yang lebih modern misalnya kedalam bentuk e-book atau kedalam bentuk buku cerita bergambar atau komik. Hal tersebut dapat menarik perhatian masyarakat untuk membacanya sehingga dapat menjadi salah satu cara untuk mengingatkan kembali tentang kebudayaan dan menimbulkan rasa cinta kepada kebudayaan yang ada.



Kesimpulan
Globalisasi memang mempengaruhi banyak hal. Hadirnya iptek memang membuat kita dapat mengakses apapun dari berbagai belahan dunia. Tidak bisa dipungkiri, dengan adanya iptek di zaman globalisasi ini, kita juga dapat dengan mudah mengetahui atau mempelajari tentang kebudayaan negara lain yang mungkin lebih memiliki ketertarikan tersendiri bagi beberapa orang. Tidak sedikit orang yang mulai lupa atau bahkan merasa asing dengan kebudayaan negaranya sendiri. Iptek tentu dapat kita manfaatkan sebagai sarana melestarikan kebudayaan. Dengan memanfaatkan perkembangan iptek, diharapkan dapat membuat masayarakat lebih tertarik lagi dengan kebudayaan negaranya sendiri sehingga budaya asli akan tetap lestari di negeri ini. 

Daftar Pusaka

BUKU
·         Damanik,Fritz.2003.Sosiologi.Jakarta:Bumi Aksara
·         Elly M. Setiadi,dkk. 2006. Ilmu sosial dan Budaya dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media
·         Herimanto dan Winarto. 2010. Ilmu Sosial &Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara
·         Murad, Ratna.1996. Membina kebudayaan daerah dalam menghadapi era globalisasi dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Dalam Negeri 1996
·         Tim Mitra Guru.Ilmu Pengetahuan Sosial Sosiologi 3.Esis.
·         Winarno, Budi. (2008).GLOBALISASI Peluang atau Ancaman bagi INDONESIA. Jakarta : Penerbit Erlangga

JURNAL

·         Darsiyah.2013.Perkembangan Kebudayaan di Era Globalisasi. http://jurnalilmiahtp.blogspot.co.id/2013/11/perkembangan-kebudayaan-di-era.html.Desember 2015
·         Fauziah, Zenitha Vega.Pemakaian Istilah Asing Fashion di Kalangan Sosialita (Kajian Sosiolinguistik). http://ejournal.upi.edu/index.php/BS_Antologi_Ind/article/view/494/371.Desember 2015

WEBSITE



Tidak ada komentar:

Posting Komentar